melarung rindu

perahu-2aku tulis ini lantaran aku tak tahu lagi kemana harus kularungkan rindu. hanya di ruang sunyi ini aku bisa leluasa melarungkannya dalam lautan kata-kata berbentuk catatan-catatan kecil tentangmu. dan barangkali di jeda waktu, kau sempat sejenak memungutnya lantas kembali melemparkannya ke masa lalu.

sungguh, aku sendiri tak pernah mengerti, mengapa setiap rindu dan ingatan tentangmu selalu saja menggodaku untuk merangkumnya ke dalam baris-baris kata. seperti malam ini. saat keheningan berjalan demikian perlahan, aku pun melarungkan rinduku di lautan kata-kata yang tanggal satu persatu dari tepi mimpi. dan, dari setiap kata yang tercipta akan kau temukan rindu di sana.

ya, tentang rindu. rindu yang hingga kini selalu saja mengurungku dalam ruang dan waktu. rindu yang entah setiap kali kupangkas, ia justru tumbuh kian menyemak di lorong-lorong hatiku. sia-sia saja aku membunuhnya, sebab ia justru akan tumbuh berkali-kali lipatnya. tak ada sudahnya.

ya, sudah bertahun aku berkawan dengan rindu, yang muaranya selalu saja kepadamu. karena itu, merindumu tidak lagi menjadi siksa bagiku, tapi kini ia justru menjelma semacam nyala yang mengobarkan gelora. kau tahu? bagiku merindukan adalah cara terindah dan penyempurna bagi perjumpaan berikutnya. sebab, hanya mereka yang memiliki rindu yang dapat merasakan indahnya saat bertemu. dengan begitu, aku merasa tak perlu memaki jarak yang telah mencipta ruang rindu di setiap jejak.

ya, aku selalu merindukanmu dalam diam. seperti diam ketika dihadapkan pada kenyataan yang sangat rumit untuk diuraikan di permukaan keinginan. dan, kupilih kediaman kata-kata sebagai tempat melarungkan rinduku yang senantiasa meruang dan mewaktu. dan barangkali, hanya sunyi yang sempat mencatat betapa pertemuan dapat terwakili lewat sebaris doa singkat yang lirih terucap.

terima kasih, kau telah membuat hatiku kaya, pada batas terdalam rasa yang ku punya …

kehilangan

1115073801_3a43f0fb3cDalam hidup, kehilangan seringkali mengiringi dan tak bisa dihindari. Ketika kehilangan datang, kesedihan mungkin menjadikan seseorang terlempar di tepian putus asa. Bumi seakan ambruk dan langit terasa runtuh. Saat seperti itu hanya bisa terhalau bila seseorang berserah pada Sang Pemberi Hidup itu sendiri.

Hidup acap kali memberi ganti yang lebih baik dan lebih banyak dari yang hilang. Jika tulus dan ikhlas menggenggam hidup, mungkin keajaiban dan ketakjuban akan hadir menyapa, termasuk dari yang hilang.

**terima kasih untukmu yang telah mengajarkanku tentang makna kehilangan, meski nyatanya dirimu tak pernah benar-benar hilang

hidup hadir dengan caranya sendiri

sampan

Hidup terkadang hadir dengan kemauan dan rencananya sendiri. Kadang ia hadir sebagai tamu tak diundang yang melahirkan kekecewaan dan kekalutan. Atau sebaliknya, ia hadir sebagai seorang kekasih yang kita tunggu-tunggu atau kita impikan. Begitu menyenangkan dan membahagiakan. Seperti kata John Lennon dalam lagunya, “Hidup hadir dengan caranya ketika kita sedang sibuk membangun rencana ini dan itu.”

Dan, kenyataannya hidup memang seperti itu. Hidup punya rencana sendiri. Tak peduli pada keinginan ataupun kesiapan kita. Namun, hidup yang datang dengan caranya sendiri itu juga tidak bisa diabaikan dan dibiarkan tanpa tujuan. Hidup harus terus berlanjut. Bayangkanlah jika kita berada di sebuah sampan di tengah lautan. Tetaplah menatap bintang di langit yang gelap dan berupaya menghalau ombak untuk satu arah tujuan yang direncanakan. Yang demikian ini lebih baik daripada hanya berdiam dan berharap ombak akan membawa kita entah ke mana.