sketsa lara

waiting1

aku selalu memilih waktu yang sama
menunggumu di sudut senja
memandang matahari di bawah langit tembaga
yang perlahan karam ke dasar cakrawala

ah, barangkali tak perlu kuceritakan kepadamu
tentang kerinduan yang kian ringkih
terkubur bersama mimpi-mimpi usang
dalam pahatan waktu yang berjelaga
menyisakan selaksa lara
yang tak kunjung purna
demikian pedih
demikian perih

Iklan

5 thoughts on “sketsa lara

  1. cahayaMUdejavuku berkata:

    menyisakan selaksa lara
    yang tak kunjung purna
    demikian pedih
    demikian perih

    aku gak suka kalimat ini
    lelaki.. gak pantes bersedih hati
    coba lihat ..
    ini
    ah, barangkali tak perlu kuceritakan kepadamu
    tentang kerinduan yang kian ringkih
    terkubur bersama mimpi-mimpi usang
    dalam pahatan waktu yang berjelaga
    diantara selaksa lara.

    mantap… menurutku… hehe 🙂

  2. Hikmah Ali09 berkata:

    maniiss sekali puisi ini mba…backsoundsnya syahdu sekali. Indah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s