betapa Tuhan terlalu tergesa-gesa …

Apa kabarmu, Sayang. Aku yakin, engkau baik-baik saja sekarang.

Aku tulis ini sekadar untuk melepas rinduku padamu. Lantaran aku tak tahu lagi bagaimana caranya untuk bisa menemuimu, bercakap denganmu, apalagi mendekapmu seperti dulu.

Sayang, sejak kepergianmu, aku masih saja selalu bergelut dengan rindu yang tak berkesudahan. Belum lagi arsir wajahmu, seakan sudah membatu diingatan. Melihat kembali segala keceriaan dan tingkahmu dalam gambar-gambar yang sempat kurekam dulu, membuatku sadar kalau waktu memang tak akan memberi banyak waktu lagi untuk kita berdua. Mengingatmu, seringkali membuatku tertegun tanpa sepatah kata, dan dalam sekejap, mata ini tiba-tiba sudah berkabut.

Sungguh, aku merindukanmu. Aku rindu mendekapmu. Terkadang aku benci pagi, yang selalu memaksaku untuk menyaksikanmu tak lagi ada bersamaku. Maafkan aku, Sayang, yang masih sering terisak sendiri, ketika menyadari kau tak ada lagi menemani. Tanpamu, hidup terasa terlalu panjang dan terlampau hambar untuk dilalui. Sebab, hidup hanya menyisakan remah waktu yang menuai getir. Sayang, hidup memang tak melulu sebuah pilihan. Sebab terkadang, kita harus menerima segala ketentuan-Nya tanpa pernah bisa kita elakkan.

Ah, betapa Tuhan terlalu tergesa-gesa menjemputmu, berangkat terlebih dahulu …

Iklan

5 thoughts on “betapa Tuhan terlalu tergesa-gesa …

  1. cahayadejavu berkata:

    hidup adalah serentetan perpisahan demi perpisahan
    dan kenangannya jadi lukisan indah
    pada lekuk perjalanan
    yang mengantarmu sampai pada kekinian

  2. faroha berkata:

    awalnya sama sekali tak ada niat kemari, tapi saya senang tuhan sudah menakdirkan saya membaca beberapa tulisan dan puisi blog ini..
    saya sampai bisa merasakan emosi yang tersirat dari setiap kata di tulisan ini..hingga tak terasa mata ini berkaca kaca dibuatnya, begitu kuatnya ia sampai mampu mengajak saya untuk membayangkan perasaan seperti apa yang tertuang ketika dua insan manusia harus dipisahkan oleh takdir tuhan..

  3. khoirunnisaicaa berkata:

    wujud termanis sebuah rindu adalah do’a
    maka doakan ..

    nice poem 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s