doa rindu

rindu yang tak pernah kusengaja ini
sepertinya tak juga jemu memburuku
terus saja ia berdetak tanpa ragu
menembus jarak dan waktu
sunyi dan hening kian menuntunnya bergelut dengan kelu
mengingatkanku untuk tak melupakan sesuatu :
mendoakanmu

ah, apa guna memaki jarak
bila doa dan rindu kita tak pernah tersesat

Iklan

setangkup doa

malam kian larut
mencengkeram jiwa yang kalut
terkurung dalam dingin ruang
yang menebarkan aroma maut

sementara,
detak waktu merangkak demikian lamban
merajut kesunyian
mengekalkan muram

tak ada suara
hanya gumam lirih setangkup doa
mencoba bertarung melawan kecemasan
yang terburu menyerbu
menyesaki lorong kalbu

[ruang ICU, RS Santa Clara, awal maret 2011]