[ … ]

Setiap saat, Tuhan akan datang dan melukis garis-garis bagi berbagai kehidupan yang tak pernah Ia terjemahkan. Dan kita berupaya menangkapnya dengan berbagai rasa. Sebagaimana kita berupaya menangkap harapan demi harapan yang tiada jenuh mengunjungi kita.

Alangkah banyak peristiwa dalam hidup ini yang akhirnya meninggalkan kenangan. Alangkah banyak kejadian yang tiba-tiba sengaja diberi arti. Dikenang agar abadi. Tapi begitu banyak pula peristiwa yang luput dan mengalir tanpa memberi warna dan makna apa pun. Memang, kehidupan terkadang tak harus mencatat segalanya. Dengan sengaja atau tidak, alangkah banyak yang luput dan terlupa. Tapi, barangkali setiap seseorang lupa, seseorang yang lain mungkin masih sempat menulisnya.

Iklan

Harus dengan Apa Kutulis Puisi

HARUS DENGAN APA KUTULIS PUISI

Harus dengan apa kutulis puisi
ketika gemuruh mendera di dada
mengobarkan kerinduan yang tiada tara

Harus dengan apa kutulis puisi
ketika gelisah mendedah sukma
membalutkan keresahan yang kian nyata

Harus dengan apa kutulis puisi
ketika jiwa kembali meronta
melambaikan lembar-lembar kenangan purba

Harus dengan apa kutulis puisi
ketika hati dirajam sunyi
mengenangkanmu yang tersekap di muram mimpi

Harus dengan apa kutulis puisi
bila semua kata tak mampu lagi
menerjemahkan segenap rasa
yang berkecamuk dalam diri

(okt 2009)