biar kupahatkan rinduku

deni-triwardana-hati

BIAR KUPAHATKAN RINDUKU

Haruskah kubunuh rindu
yang mengangkara di relung kalbu
saat senja mengurai warna
membiaskan baris-baris rasa
mendesirkan gelisah hidupku

sementara batas cakrawala telah jelas terbaca
dan waktu pun tak pernah surut ke belakang
hingga jarak masih akan terus terbentang

ah, berapa panjang sepi akan menggayut hari
sedang mimpi dan harapan tak jua menepi
biarlah kupahatkan rinduku pada angin lalu
karena rasaku tak menuntut yang bukan hakku

maafkan aku,
yang tanpa izin
telah diam-diam mencintaimu

(okt 2009)

 
 
Iklan