sketsa lara

waiting1

aku selalu memilih waktu yang sama
menunggumu di sudut senja
memandang matahari di bawah langit tembaga
yang perlahan karam ke dasar cakrawala

ah, barangkali tak perlu kuceritakan kepadamu
tentang kerinduan yang kian ringkih
terkubur bersama mimpi-mimpi usang
dalam pahatan waktu yang berjelaga
menyisakan selaksa lara
yang tak kunjung purna
demikian pedih
demikian perih