perempuan sunyi

masih saja kubaca luka
dalam setiap lipatan sajak-sajakmu
menyelipkan ribuan cemas
yang mendera dadaku

 perempuanku,
sampai kapan kau akan sendiri memintal sunyi
meski ku tahu takkan pernah mampu
mengubah warna langit yang kian kelabu menjadi biru
atau memutar arah angin
yang riuh menggesekkan dedaun
melagukan nyeri tanpa jeda dan irama
yang kian menggenapi segala lukamu

 perempuanku,
telah demikian dalamkah dera waktu memahatkan perih
hingga menjadikanmu sebuah sunyi
yang menyimpan rahasiamu sendiri
kini, izinkan kutandai setiap jejak sajakmu
agar dari sini
dapat pula kurasakan sunyimu

Iklan