doa rindu

rindu yang tak pernah kusengaja ini
sepertinya tak juga jemu memburuku
terus saja ia berdetak tanpa ragu
menembus jarak dan waktu
sunyi dan hening kian menuntunnya bergelut dengan kelu
mengingatkanku untuk tak melupakan sesuatu :
mendoakanmu

ah, apa guna memaki jarak
bila doa dan rindu kita tak pernah tersesat

menghitung senja

angin musim telah beranjak
tergesa mengemasi pecahan hujan
yang jatuh berserak

sementara di sini,
aku masih setia menghitung senja
memecah kisah dalam jejak tarian waktu
seraya mengumpulkan serpih-serpih usiaku
melipat rapi setiap debar yang memburu
menyimpan letup-letup api cemburu
mengemas seluruh gemuruh rindu
melebur ke dalam sunyi
sendiri

juni 2011

masih kubingkai senyummu

waktu mengalir
mengemas takdir
menyisakan getir
yang tak jua berakhir

bukan lantaran
tak lagi menyayangimu
bila harus kulepas genggamanmu
sebab ikhlasku
masih juga meragu

dan,
di setiap guliran waktu
masih saja kubingkai senyummu
dalam sudut sunyi hatiku
menyatu dalam dekap rindu
yang tak henti melagu

*) you’re always be in my heart
you’re always live in my dreams
ananda LK