batas mimpi

20090621131633-000270

musim berguguran
kemarau dan hujan terus saja berkejaran
ada yang perih diselimuti waktu
lindap menelan jejak rindu
yang menghilang serupa debu

sebagaimana senja yang kerap menawarkan sepi
hari-hari menjelma lantunan tembang-tembang sunyi
di batas mimpi
secarik angan diremas sangsi

perempuan sunyi

masih saja kubaca luka
dalam setiap lipatan sajak-sajakmu
menyelipkan ribuan cemas
yang mendera dadaku

 perempuanku,
sampai kapan kau akan sendiri memintal sunyi
meski ku tahu takkan pernah mampu
mengubah warna langit yang kian kelabu menjadi biru
atau memutar arah angin
yang riuh menggesekkan dedaun
melagukan nyeri tanpa jeda dan irama
yang kian menggenapi segala lukamu

 perempuanku,
telah demikian dalamkah dera waktu memahatkan perih
hingga menjadikanmu sebuah sunyi
yang menyimpan rahasiamu sendiri
kini, izinkan kutandai setiap jejak sajakmu
agar dari sini
dapat pula kurasakan sunyimu

menghitung senja

angin musim telah beranjak
tergesa mengemasi pecahan hujan
yang jatuh berserak

sementara di sini,
aku masih setia menghitung senja
memecah kisah dalam jejak tarian waktu
seraya mengumpulkan serpih-serpih usiaku
melipat rapi setiap debar yang memburu
menyimpan letup-letup api cemburu
mengemas seluruh gemuruh rindu
melebur ke dalam sunyi
sendiri

juni 2011

masih kubingkai senyummu

waktu mengalir
mengemas takdir
menyisakan getir
yang tak jua berakhir

bukan lantaran
tak lagi menyayangimu
bila harus kulepas genggamanmu
sebab ikhlasku
masih juga meragu

dan,
di setiap guliran waktu
masih saja kubingkai senyummu
dalam sudut sunyi hatiku
menyatu dalam dekap rindu
yang tak henti melagu

*) you’re always be in my heart
you’re always live in my dreams
ananda LK